Renungan Warta 22 Maret 2020

Model Pengampunan Kristus

Bacaan : Matius 5:44-46

Yesus berkata: ya, Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

            Umumnya, orang mudah berkata: “Aku mengampunimu!” Setelah ia mendapat kompensasi atau ganti rugi. Model pengampunan yang demikian merupakan model yang sering kita lakukan; bahkan yang lebih parah, kita mau mengampuni kesalahan  seseorang, jika kita sudah membalas kejahatan yang sama kepada orang tersebut. Itulah sebabnya “pengampunan” yang kita miliki adalah pengampunan bersyarat, bahkan ada pula syarat-syarat yang tidak masuk akal, atau cenderung emosional.

            Ketika Tuhan Yesus ada di atas kayu salib, ia telah memberikan suatu contoh sikap yang sesuai dengan pengajaran-Nya sendiri, yaitu : mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka” (Mat. 5:44). Model pengampunan yang demikian adalah model pengampunan yang dikehendaki Bapa di Sorga, bahkan model pengampunan demikianlah yang mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.

            Pertama, model pengampunan Kristus adalah model pengampunan anak-anak Bapa. Di dalam pengajaran-Nya, Yesus mengatakan: “karena dengan demikian, kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga” (Mat. 5:45). Tampaknya “tanda” dari orang yang menjadi anak-anak Allah, salah satunya mengampuni musuh, tanpa membenci, atau berusaha membalas dengan kejahatan dengan kejahatan. Tanda ini haruslah nyata dalam hidup kita sebagai orang percaya. Dengan melatih diri kita mengikuti model pengampunan Tuhan Yesus, kita akan semakin mengefektifkan status kita sebagai anak-anak Allah (Bapa).

            Kedua, model pengampunan Kristus adalah langkah tepat sehingga menjadi berkat bagi orang lain. Dalam ajaran-Nya, Tuhan mengingatkan kita, jika kita membalas kejahatan dengan kejahatan, apa faedahnya; atau jika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, apa faedahnya bagi pertumbuhan iman kita? Model pengampunan Yesus lebih tinggi dari semua cara yang ditempuh manusia pada umumnya. Itu sebabnya, sekalipun Kristus di atas kayu salib, Ia tetap mendoakan para lawan-Nya (Luk. 23:34); termasuk kita dahulu, agar sekarang kita mendapatkan kasih Bapa.   

 APA BUKTI YANG NYATA BAHWA KITA ADALAH ANAK-ANAK ALLAH? APA FAEDAHNYA: KITA MENGAMPUNI DAN BERDOA BAGI MUSUH KITA?

                                                                                                – Perspektif edisi no. 192

Categories Warta