Renungan Warta 19 April 2020

Perubahan Hidup Zakheus

Bacaan : Lukas 19:1-10

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10)

Zakheus adalah satu kisah yang tidak asing bagi kita, sebab kisah ini sering kita dengarkan melalui khotbah. Melalui kisah Zakheus ini, ada beberapa hal yang dapat kita pelajari.

Pertama, Tuhan Yesus sanggup mengubah hidup seseorang (ay. 2, 7-9). Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang kaya, tapi dibenci oleh orang Yahudi pada zamannya. Pekerjaannya sebagai penagih pajak bagi pemerintah Romawi, membuat orang Yahudi menganggap dirinya sebagai pengkhianat bangsa. Selain itu, sikap Zakheus yang pandai menggunakan kesempatan dan memeras bangsanya sendiri, membuat dirinya dipandang sebagai orang berdosa. Meskipun kaya dan berkedudukan, tapi Zakheus merasa kesepian, sebab ia ditolak dan dibenci oleh orang banyak. Zakheus memang kaya, tapi tidak bahagia. Ketika Yesus datang ke Yerikho, Zakheus berjumpa dengan-Nya dan hidupnya diubahkan menjadi baru. Orang lain mungkin menganggapnya sebagai orang jahat yang tak berpengharapan, tidak layak masuk sorga. Tapi, dalam pandangan Tuhan, Zakheus adalah orang berdosa yang membutuhkan kasih dan anugerah keselamatan Allah. Kristus datang memberikan kasih, penerimaan dan pengampunan kepada Zakheus. Dalam dunia, tidak ada orang  yang berdosa yang tanpa harapan, yang tidak bisa ditolong oleh Yesus. Ia adalah pengharapan umat manusia.

Kedua, mereka yang mengalami perubahan hidup memiliki kesaksian yang membuktikan bahwa hidupnya sudah berubah (ay. 8-9). Sebelum berjumpa Yesus, Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang tamak. Dengan berbagai cara, ia memeras orang untuk memperoleh kekayaan lebih banyak. Setelah berjumpa dan percaya kepada Yesus, Zakheus mau membayar empat kali lipat kepada orang yang pernah diperasnya, bahkan, setengah dari miliknya ia berikan untuk menolong orang miskin. Inilah bukti perubahan hidup Zakheus. Bagaimana dengan hidup kita?

YESUS TELAH MEMBEBASKAN KITA DARI KUASA DOSA. KARENA ITU, JADILAH KESAKSIAN BAGI-NYA

– Perspektif edisi no. 146