Renungan Warta 26 April 2020

Diselamatkan Karena Kasih Karunia

Bacaan : Kejadian 6:5-12

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)

Hukuman air bah atas dunia menunjukkan bahwa Allah yang suci itu tidak dapat berkompromi dengan dosa dan kejahatan. Namun, dari antara seluruh manusia yang berdosa itu, Allah ‘berkenan’ menyelamatkan Nuh beserta keluarganya. Para pengajar Sekolah Minggu sering menekankan bahwa Allah menyelamatkan Nuh, karena Nuh adalah orang benar (Kej. 7:1). Kesalehan Nuh terlalu ditekankan, sehingga seolah-olah karya penyelamatan Allah tergantung kepada ‘kesalehan’ manusia. Banyak orang lupa bahwa sebelum riwayat Nuh mulai dikisahkan, Kejadian 6:8 mencatat, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.”

            Hal yang sama juga terjadi dalam kisah pemusnahan Sodom-Gomora di dalam Kejadian 19. Penulis 2 Petrus 2:7-8 mencatat bahwa Lot adalah ‘orang benar’ yang menderita akibat cara hidup yang jahat dari masyarakat Kota Sodom-Gomora. Walaupun demikian, Alkitab mencatat bahwa Lot diselamatkan Tuhan, sehingga tidak turut dimusnahkan bersama penduduk kota Sodom-Gomora karena “Tuhan hendak mengasihani dia (Lot)” (Kej. 19:16). Sekali lagi, Allah melakukan karya penyelamatan karena ‘kasih karunia’-Nya.

            Perjanjian Baru menunjukkan bahwa peristiwa air bah dan Sodom-Gomora  adalah gambaran dari penghukuman yang akan Tuhan jauhkan atas dunia yang berdosa ini (2 Ptr. 2:5-10). Apabila Alkitab seolah-olah menunjukkan bahwa Nuh dan Lot diselamatkan karena hidupnya yang ‘benar’, maka Fil.2:13 menjelaskan bahwa seseorang mampu hidup benar karena Allahlah yang mengerjakan di dalam diri orang itu, baik kemauan maupun pekerjaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Paulus menulis, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman” (Ef. 2:8-10).

            Sudahkah Saudara menerima kasih karunia Allah itu? Jika ya, tentu di dalam diri Saudara ada keyakinan keselamatan dan kemauan kuat untuk melakukan kehendak Allah.

KITA ADALAH ORANG BENAR, TAPI KASIH KARUNIA TUHANLAH YANG MENYELAMATKAN KITA

Perspektif edisi no. 123 –