Renungan Warta 24 Mei 2020

Perubahan Ajaib

Bacaan : Lukas 19:1-10

“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10)

            Mungkin kita pernah dengar lagu yang sunyi syairnya seperti ini, “Hidupku ada perubahan yang ajaib. Sejak Yesus di hatiku. Jiwaku rindu pencerahan terang-Nya, sejak Yesus di hatiku. Sejak Yesus di hatiku, sejak Yesus di hatiku. Bagai g’lora ombak hatiku senanglah, sejak Yesus di hatiku.”

            Ketika membaca dan menyanyikan lagu tersebut, apa kita sungguh-menyadari dan mengaminkannya? Atau, kita masih hidup dengan cara dan gaya hidup lama (berdosa)?. Setiap orang yang menerima Kristus dalam hati, hidupnya pasti mengalami perubahan (1) perubahan secara langsung (status) dari orang berdosa menjadi anak-anak Allah, dan (2) perubahan secara progresif  (terus menerus diperbaharui) hingga seperti Kristus.

            Dalam perikop ini, setidaknya kita bisa melihat perubahan ajaib terjadi dan dialami Zakheus. Ia dikenal sebagai orang berdosa. Namun ketika dia menerima Yesus untuk menumpang (tinggal) di rumahnya, Zakheus tidak hanya menerima Yesus tinggal dalam rumahnya, tapi juga di dalam hatinya sehingga dia memanggil-Nya dengan sebutan “Tuhan” (ay. 8). Perubahan secara langsung (status) secara implisit dinyatakan sebagai anak Abraham (bapak orang beriman); sedangkan perubahan progresifnya, dinyatakan melalui perubahan sikap dan tindakan yang diubahkan oleh Tuhan, dari hati yang tamak dan serakah, menjadi bermurah hati.

            Zakheus yang mengambil keuntungan dari orang lain, sekarang rela membagikan hartanya bagi orang miskin dan bagi orang yang diperasnya. Zakheus yang dulunya selalu berfokus hanya pada diri sendiri, kini berubah menjadi seseorang yang peduli kepada orang lain. Perubahan ini sungguh ajaib, dan inilah yang dialami Zakheus.

            Bagaimana dengan kita? Apa kita sungguh-sungguh telah menerima Yesus dalam hati dan hidup kita? Perubahan apakah yang terjadi dalam sikap dan hidup kita? Apakah ketamakan, keserakahan, kesombongan dan keegoan masih menjadi bagian dalam sikap dan hidup kita? Marilah kita mengevaluasi diri, apakah perubahan ajaib telah terjadi dalam diri diri kita?

APAKAH MANUSIA DAPAT MERUBAH DIRINYA SENDIRI, TANPA TUHAN? PERUBAHAN APAKAH YANG NAMPAK PADA DIRI ANDA?

– Perspektif edisi no. 170

Categories Warta